Taman Hati
Sabtu, Oktober 25, 2008
Penyesalan yang Terlambat
Aku rindu padamu
Aku rindu akan suaramu
Aku rindu akan nasihatmu
Semenjak kehadiranmu
Jiwa yang dulu kelam dan sepi
Kini t’lah sirnah
Hanya kau…
Satu-satunya orang yang tahu siapa aku
Satu-satunya orang yang mengerti aku
Dan satu-satunya orang yang tahu apa mau aku
Ingin rasanya… Saat ini
Kau berdiri dihadapanku
Ingin aku memandang wajahmu
Yang selalu mendukungku
Ingin aku menatap sorot matamu
Yang tahu siapa aku tanpa menatapku
Ingin rasanya…
Ku memeluk erat tubuhmu
Layaknya seorang adik
Yang tidak ingin ditinggal pergi kakaknya
Aku tahu hal itu
Tak akan terjadi
Dan tak akan pernah terjadi
Karena ku dirimu pergi
Meninggalkan aku sendiri
Di dunia…
Yang tak ku kenali
Akankah aku bertemu denganmu?
Tapi kapan…?
Lima tahun lagi atau 15 tahun lagi
Atau selamanya aku tidak akan pernah bertemu dengan dirimu?
Sesosok laki-laki yang sering aku sebut “kakak”
Sesosok laki-laki yang selalu aku puji
Setiap saat, dimana pun aku berada
Yang ku kenal hanya sebuah nama
Nama yang t’lah terukir jelas
Di lubuk hatiku
Dan tak seorang pun yang dapat menghapusnya
Dari dalam hati ini
"Enggal”

<< Home